Budget pernikahan jarang membengkak karena satu pengeluaran besar. Yang lebih sering terjadi: jumlah tamu bertambah sedikit demi sedikit, pos kecil tidak pernah dicatat, dan jadwal DP serta pelunasan baru terasa saat tagihannya datang bersamaan. Langkah di bawah membantu kalian menahan ketiganya sejak awal.
1. Sepakati total anggaran dan sumbernya
Sebelum menghubungi vendor, duduk bersama pasangan dan sepakati berapa total yang tersedia. Tulis juga dari mana uangnya datang: tabungan berdua, bantuan orang tua, atau keduanya.
Kalau keluarga ikut menanggung, catat pos mana yang mereka tanggung. Obrolan "siapa membayar apa" jauh lebih ringan kalau angkanya sudah tertulis sejak awal, daripada dibahas saat tagihan sudah datang.
2. Tentukan jumlah tamu sebelum memesan venue
Jumlah tamu adalah pengali terbesar. Katering, souvenir, dan kapasitas venue semuanya mengikuti angka ini. Karena itu, daftar tamu sementara sebaiknya dibuat sebelum venue dipesan, bukan sesudahnya.
Contoh hitungan (angka ilustrasi, bukan harga pasar): kalau satu porsi katering Rp100.000, setiap tambahan 50 tamu menambah Rp5.000.000 hanya untuk makanan. Ganti angkanya dengan penawaran vendor kalian sendiri.
3. Pecah anggaran per pos pengeluaran
Persentase pembagian budget yang beredar di internet jarang menyebut sumber datanya, dan kebutuhan tiap pasangan berbeda. Lebih aman mulai dari penawaran vendor yang sungguhan, lalu tentukan pos mana yang paling penting buat kalian berdua. Pos itu yang dijaga, pos lain yang disesuaikan.
Pos yang umum ada di anggaran pernikahan:
- Venue dan katering
- Dokumentasi foto dan video
- Busana, MUA, dan cincin
- Dekorasi dan bunga
- MC dan hiburan
- Undangan dan souvenir
- Mahar dan seserahan
- Biaya pencatatan nikah
- Cadangan
Pos yang sering terlupa
- Pajak dan service charge venue atau katering. Tanyakan apakah harga penawaran sudah termasuk keduanya.
- Biaya lembur vendor kalau acara molor dari jadwal.
- Transportasi dan penginapan keluarga dari luar kota.
- Konsumsi dan seragam keluarga atau teman yang bertugas.
- Biaya kirim seserahan dan barang sewaan.
4. Catat DP dan pelunasan, bukan hanya total
Total yang masih di bawah anggaran belum berarti aman. Vendor biasanya meminta DP saat kontrak ditandatangani dan pelunasan beberapa waktu sebelum acara. Skemanya berbeda-beda, jadi cek di kontrak masing-masing. Kalau beberapa pelunasan jatuh di minggu yang sama, uang yang perlu disiapkan sekaligus bisa jauh lebih besar dari perkiraan.
Untuk setiap vendor, catat:
- Harga total sesuai kontrak
- Jumlah DP dan tanggal bayarnya
- Sisa pelunasan dan tenggatnya
- Apa saja yang belum termasuk harga
Contoh (angka ilustrasi): katering Rp40.000.000 dengan DP Rp12.000.000 saat kontrak, lalu pelunasan Rp28.000.000 dua minggu sebelum acara. Dengan catatan seperti ini, kalian tahu kapan dan berapa uang yang harus siap.
5. Sisihkan pos cadangan sejak awal
Tetapkan pos cadangan di awal, dan sepakati bahwa pos ini hanya dipakai untuk hal yang benar-benar tidak terduga, bukan untuk upgrade dekorasi di menit terakhir. Besarnya kalian tentukan sendiri sesuai total anggaran.
Biaya nikah di KUA: gratis atau Rp600.000
Untuk pasangan Muslim, biaya pencatatan nikah tergantung tempat dan waktu akad:
- Akad di kantor KUA pada hari dan jam kerja tidak dipungut biaya.
- Akad di luar kantor KUA, atau di luar hari dan jam kerja, dikenai Rp600.000. Uang ini masuk ke kas negara sebagai PNBP, dibayar lewat bank memakai kode billing dari KUA, lalu bukti setornya diserahkan ke KUA tempat akad.
Ketentuan ini tercantum di SIMKAH Kemenag dan dijelaskan di artikel Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, dengan dasar hukum PP Nomor 59 Tahun 2018. PP yang sama (Pasal 6 ayat 2) membuka kemungkinan tarif Rp0 bagi warga tidak mampu secara ekonomi yang menikah di luar KUA. Tanyakan syaratnya ke KUA kalau kondisi ini berlaku untuk kalian. Bayar hanya lewat jalur resmi di atas, dan tanyakan ke KUA setempat kalau ada pungutan lain.
Untuk pasangan non-Muslim, pencatatan perkawinan dilakukan di Disdukcapil. Tanyakan syarat dan biayanya ke Disdukcapil setempat.
Cara berhemat tanpa mengorbankan yang penting
- Tanyakan harga hari kerja ke venue dan vendor. Sebagian membedakan harga hari kerja dan akhir pekan.
- Batasi jumlah tamu sesuai kemampuan, bukan sesuai daftar yang terus bertambah.
- Pakai undangan digital untuk sebagian besar tamu supaya biaya cetak dan kirim berkurang. Undangan cetak tetap bisa disiapkan untuk keluarga yang lebih nyaman dengan kertas.
- Bandingkan beberapa penawaran untuk setiap pos sebelum memutuskan.
- Pertimbangkan vendor lokal. Minta portofolio dan cek ulasan dari klien sebelumnya.
- Kalau tempat dan waktunya cocok, akad di KUA pada jam kerja tidak dipungut biaya pencatatan.
Mencatat budget di Theday
Theday menemani pasangan dari persiapan, hari H, sampai kehidupan setelahnya. Untuk urusan anggaran, Budget Planner di Theday bisa dipakai gratis:
- Buat kategori dan item sesuai pos pengeluaran kalian.
- Catat pembayaran per item, termasuk DP dan pelunasan.
- Tambahkan catatan, misalnya isi kontrak atau hal yang belum termasuk harga.
- Ekspor ke CSV kalau orang tua ingin melihat rinciannya di spreadsheet.
Tenggat pelunasan bisa dimasukkan ke Checklist, lalu diekspor sebagai file .ics dari tampilan laptop untuk dibuka di aplikasi kalender. Urutan persiapan lengkapnya ada di checklist pernikahan lengkap. Setelah menikah, budget bersama untuk rumah tangga sedang kami siapkan dan segera hadir.
Buat akun Theday dan masukkan pos anggaran pertama kalian.